Marettama Dinda
Marettama Dinda

Hello, I'm Marettama Dinda. Majoring English Literature at one of public university at Semarang. I love to do digital drawing, reading, learning, and sharing my experience. I also learn many things to build up my portofolio.

4 Agustus 2021

Perbedaan Nabi dan Rosul, Berikut Ulasan Terlengkap

4 Agustus 2021

Perbedaan Nabi dan Rosul, Berikut Ulasan Terlengkap – Nabi dan Rosul merupakan utusan Allah SWT yang berjumlah sangat banyak. Tetapi yang wajib kita ketahui dan ada di dalam Al-Quran hanya 25. Meskipun kedua istilah ini sering dikaitkan akan tetapi keduanya memiliki makna yang berbeda. Berikut ini pembahasan mengenai apa saja perbedaan antara nabi dan rosul.

Perbedaan Nabi dan Rosul, Berikut Ulasan Terlengkap

Perbedaan Nabi dan Rosul, Berikut Ulasan Terlengkap

Pengertian Nabi dan Rosul

Nabi dan Rosul merupakan manusia-manusia pilihan Allah SWT yang wajib kita yakini keberadaannya meskipun belum pernah bertemu. Sebab keduanya diutus Allah SWT agar umat Islam dapat meneladani perilaku dan ucapannya. Allah SWT berfirman pada surat Al-Hajj ayat 52:

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rosul pun dan tidak (pula) seorang nabi, kecuali apabaila ia mempunyai sebuah keinginan itu. Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Nabi merupakan seorang hamba yang telah diberikan wahtu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri. Ia tidak berkewajiban untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada umatnya.

Rasul merupakan seorang hamba yang telah dipilih oleh Allah SWT dan berkewajiban untuk menyampaikan wahyu yang diberikan kepada umatnya.

Tugas pokok nabi dan rasul tercantum dalam Al-Quran surat Al-An’am ayat 48, Allah SWT berfirman:

“Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu mlainkan untuk menyampaikan kabar gembira dan memberikan peringatan. Barangsiapa yang beriman dan melakukan perbaikan, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka akan bersedih hati.”

Perbedaan Nabi dan Rasul

  1. Seorang Rasul sudah pasti Nabi, tetapi seorang Nabi belum tentu Rasul.
  2. Nabi diutus kepada kaum yang sudah beriman, Rasul diutus kepada kaum yang belum beriman.
  3. Rasul mendapatkan wahyu untuk disampaikan kepada umatnya, Nabi mendapatkan wahyu untuk diamalkan dirinya sendiri.
  4. Jumlah nabi lebih banyak daripada jumlah rasul. Dalam sebuah hadist diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dari Abi Dzar dikatakan bahwa nabi berjumlah sekitar 124.000 orang, sedangkan rasul hanya 312 orang. Namun yang wajib kita yakini dan ada di dalam Al-Quran hanya berjumlah 25.
  5. Nabi menerima wahyu melalui mimpi, sedangkan rasul menerima wahyu dari mimpi, malaikat, serta dapat melihat dan berkomunikasi dengan malaikat secara langsung.
  6. Derajat rasul lebih tinggi dibandingkan nabi jika dilihat dari tugasnya.
  7. Nabi pertama yang diutus Allah SWT di bumi adalah Nabi Adam as, sementara rasul yang diutus pertama kali oleh Allah adalah Nuh as. Kemudian Allah mengutus Rasullullah Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir.

Sifat-sifat

Dalam menjalankan tugasnya, Rasul diberikan 4 sifat mustahil bagi rasul oleh Allah:

  1. Shidiq yang artinya benar atau jujur
  2. Amanah yang artinya dapat dipercaya
  3. Tabligh yang artinya menyampaikan
  4. Fathonah yang artinya cerdas

Rasul Ulul Azmi

Diantara 25 Nabi dan Rasul yang tercantum dalam Al-Quran, ada 5 Nabi dan Rasul yang diberi predikat Ulul Azmi karena kesabaran mereka ynag luar biasa.

  • Nabi Nuh as

Kaum Nabi Nuh as banyak melakukan penyimpangan yang tidak sesuai dengan ajaran islam. Mereka bahkan menyembah berhala. Nabi Nuh memiliki kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi kaumnya. Bahkan ketika Allah akan mengirimkan bencana banjir bandang yang akan menenggelamkan seluruh kaumnya, ia justru diejek dan dihina. Ajakannya untuk kembali menyembah Allah ditolak mentah-mentah bahkan oleh putranya sendiri, Kan’an. Pada akhirnya Nabi Nuh hanya dapat menyelamatkan kaumnya yang masih beriman dan berpasang-pasang binatang.

  • Nabi Ibrahim as

Nabi Ibrahim hidup di masa kejayaan Raja Namrud yang mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan. Suatu hari, Nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala di seluruh kota. Raja Namrud sangat marah dan kemudian membakar Nabi Ibrahim as hidup-hidup. Namun, dengan kuasa Allah SWT kobaran api yang dahsyat itu sama sekali tidak membakar tubuh Nabi Ibrahim as.

  • Nabi Musa as

Nabi Musa hidup di masa kakuasaan Raja Firaun. Suatu hari Firaun bermimpi bahwa ia dibunuh oleh seorang laki-laki dari suatu kaum. Kemudia ia memerintahakan untuk membunuh semua anak laki-laki yang lahir dari kaum tersebut karena ia takut  kehilangan kepemimpinannya. Ibunda Nabi musa kemudian menghanyutkannya ke sungai Nil, dan ditemukan oleh istri Raja Firaun, Asyiyah, dan kemudian diangkat menjadi putra. Saat dewasa ia terus memberontak terhadap kesewenangan Firaun. Allah SWT memberikan Nabi Musa mukjizat membelah Sungai Nil menjadi daratan agar ia dapat menyebrang. Ketika bala tentara Firaun sampai di tengah jalan, ia kembali mengetukkan tongkatnya dan bala tentara Firaun tenggelam di dalam Sungai Nil.

  • Nabi Isa as

Nabi Isa as lahir dari seorang ibu bernama Maryam yang mengandung tanpa suami. Nabi Isa as diperintahkan untuk menyampaikan ajaran penyempurna kitab sebelumnya. Dengan kuasa Allah, Nabi Isa as dapat meniupkan roh kepada burung dari tanah liat, menyembuhkan penyakit parah, dan membuat orang buta kembali.

  • Nabi Muhammad SAW

Sebagai rasul penutup, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu berupa kitab suci Al-Quran sebagai penyempurna kitab-kita sebelumnya dan sebagai pedoman hidup bagi setiap umat muslim.

Baca Juga:

48 Referensi Skripsi Ahwal Al Syakhsiyah Terlengkap
58 Referensi Skripsi Tafsir Al-Quran Terlengkap
55 Referensi Skripsi Dakwah Terlengkap

Penutup

Itu tadi merupakan penjelasan mengenai Apa itu Perbedaan Nabi dan Rosul, Berikut Ulasan Paling Lengkap. Tetap ikuti Nurhamka.com untuk informasi lainnya!