Marettama Dinda
Marettama Dinda

Hello, I'm Marettama Dinda. Majoring English Literature at one of public university at Semarang. I love to do digital drawing, reading, learning, and sharing my experience. I also learn many things to build up my portofolio.

22 November 2020

Istilah PPIC dan ERP yang Pebisnis Wajib Tau

22 November 2020

Istilah PPIC dan ERP yang Pebisnis Wajib Tau – Jika kamu bekerja dalam bidang manufaktur, sudah pasti akrab dengan istilah PPIC. PPIC adalah singkatan dari Production Planning and Inventory Control. Istilah ini erat kaitannya dengan proses produksi. Yaitu roses dari persiapan bahan baku, pengolahan, pengiriman kepada konsumen serta pengolahan data dan pengelolaan inventaris keuangan dan barang. Selain itu juga ada teknologi ERP yang dapat memudahkan kamu dalam mengelola PPIC di era digital ini. ERP adalah suatu sistem yang bekerja secara otomatis, sehingga kamu tidak perlu lagi melakukan PPIC secara manual. Oleh karena itu Nurhamka merangkum dan membahas beberapa hal yang terkait dengan PPIC dan ERP, contohnya seperti definisi, manfaat dan tips untuk mengoptimalkannya.

Istilah PPIC dan ERP yang Pebisnis Wajib Tau

Istilah PPIC dan ERP yang Pebisnis Wajib Tau

1. Definisi PPIC

PPIC sendiri merupakan suatu kegiatan dalam mempersiapkan proses manufaktur dan mengontrol stok persediaan bahan baku yang akan diproduksi menjadi barang yang siap digunakan. Oleh karena itu dibuatlah departemen atau divisi di dalam perusahaan manufaktur yang bertugas untuk mengatur perencanaan dan pengendalian rangkaian proses produksi agar berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Departemen yang mengurus PPIC harus bekerjasama dengan beberapa departemen lain seperti departemen penjualan, departemen pembelian, dan departemen keuangan. Tugas dan kewajiban yang dilakukan oleh seorang manajer PPIC diantaranya:

  1. Membuat jadwal untuk bagian pusat produksi dan pemesanan pabrikan dan memperkirakan kebutuhan inventaris selama produksi.
  2. Menganalisis perkiraan penjualan, demand / permintaan pelanggan, serta menjadwalkan batch produksi berdasarkan tingkat inventaris dan waktu produksi yang telah ditentukan.
  3. Menyusun rencana pengadaan barang berdasarkan forecasting permintaan yang telah dilakukan sebelumnya.
  4. Mengawasi stock persediaan selama proses produksi, stock barang yang disimpan di gudang, serta stock keluar masuknya barang.
  5. Membuat jadwal proses produksi sesuai dengan waktu dan jumlah yang direncanakan agar pengiriman kepada konsumen menjadi lebih cepat.
  6. Memastikan mesin bekerja dengan optimal, dengan kata lain tidak ada mesin yang rusak atau tidak digunakan.
  7. Membantu bagian marketing dalam bidang komunikasi untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan proses produksi.
  8. Mengontrol kapasitas dan kebutuhan sumber daya dan mengkoordinasikannya dengan keperluan yang dibutuhkan selama produksi.
  9. Bertanggungjawab untuk memastikan memadahinya persediaan bahan baku untuk produksi dan persediaan barang yang sudah jadi.
  10. Membantu departemen keuangan dalam menyusun data inventaris yang akurat

2. Manfaat dari PPIC

Dapat dilihat melalui tugas dan kewajiban dari seorang manager PPIC, PPIC sangat penting untuk menunjang kelancaran dalam proses produksi suatu perusahaan. Karena tanpa perencanaan dan pengendalian yang baik dan akurat, pengiriman produk ke konsumen dapat tertunda. Hal ini tentu saja dapat menyebabkan ketidakpuasan pelanggan yang akhirnya dapat berdampak pada nama baik perusahaan.

Melalui tugas dan kewajiban manager PPIC, beberapa manfaat yang dihasilkan diantaranya adalah:

  1. Jumlah stock bahan baku yang diperlukan selama produksi akan terus terpenuhi, sehingga tidak akan menghambat proses produksi. Karena bahan baku produksi tidak boleh berlebihan ataupun kurang.
  2. Jika proses produksi selalu optimal, maka barang akan berjalantepat waktu sesuai dengan jadwal dan permintaan konsumen.
  3. Pengontrolan rutin yang dilakukan pada mesin produksi akan membuat peralatan produksi dapat selalu optimal.
  4. Memudahkan pekerjaan departemen penjualan karena barang selalu diproduksi tepat waktu, procurement, dan keuangan melalui perencanaan proses produksi yang sistematis dan akurat. Serta tingkat persediaan yang sesuai dengan permintaan dan laporan inventaris yang akurat akan mengoptimalkan performa perusahaan.
  5. Mengoptimalkan manajemen perseiaan serta mencegah dan mengurangi pemborosan akibat dari pembelian inventaris yang berlebihan.

3. Pengoptimalan PPIC dengan Sistem ERP

Di era global dan digital seperti saat ini, perkembangan teknologi semakin cepat. Sehingga sulit bagi pemilik perusahaan untuk mengoptimalkan PPIC jika bisnis yang mereka jalankan masih dikelola secara manual. Ketidakakuratan data yang terjadi karena adanya human error dan proses yang lambat akan menghambat kelancaran proses produksi.

Namun saat ini, pemilik perusahaan manufaktur tidak perlu lagi menjalankan perusahaannya secara manual. Sistem otomatis dari ERP yang akan membantu mereka dalam melakukan PPIC. Dengan sistem canggih ini, produsen dapat mengelola berbagai proses yang terjadi selama produksi dengan lebih cepat dan akurat. Seluruh proses ini kemudian akan diintegrasikan secara otomatis kedalam sebuah sistem yang terpusat, sehingga produsen tidak perlu lagi menggunakan sistem yang berbeda untuk setiap prosesnya.

Beberapa manfaat yang ditawarkan ERP kepada manager PPIC agar lebih optimal:

  1. ERP dapat menjadwalkan proses produksi secara otomatis
  2. ERP dapat mempersiapkan Bills of Materials dan routing yang lebih efisien
  3. ERP akan memberikan peringatan otomatis ketika persedian stock rendah
  4. Penyusunan jadwal pemeliharaan peralatan dan mesin produksi dapat dilakukan secara otomatis oleh ERP
  5. Pemesanan stock produksi ke pemasok dapat berjalan secara otomatis
  6. ERP memberikan kemudahan dalam memonitor bahan baku, barang yang adala dalam proses produksi dan barang jadi.
  7. ERP memberikan laporan mengenai data inventaris yang lebih akurat serta memberikan kemudahan dalam melakukan prediksi tentang permintaan dan kebutuhan inventaris.
  8. Memberikan kemudahan dalam menganalisis laporan terkait dengan stock persediaan bahan baku, proses produksi dan biaya yang dikeluarkan selama produksi.

Baca Juga: 11 RekomendasiĀ BisnisĀ Online 2020

Penutup

Itu dia pembahasan mengenai Istilah PPIC dan ERP yang Pebisnis Wajib ketahui untuk menunjang proses produksi dalam sebuah perusahaan manufaktur. Tetap ikuti Nurhamka.com untuk terus mendapatkan informasi mengenai Olahraga, Bisnis, Travel, dan Pendidikan. Semmoga Bermanfaat.