Marettama Dinda
Marettama Dinda

Hello, I'm Marettama Dinda. Majoring English Literature at one of public university at Semarang. I love to do digital drawing, reading, learning, and sharing my experience. I also learn many things to build up my portofolio.

4 November 2020

Definisi dan Cara Menghitung IPS Terlengkap

4 November 2020

Definisi dan Cara Menghitung IPS Terlengkap – IPS merupakan singkatan dari Indeks Prestasi Sementara. Di beberapa disebut juga dengan IP (Indeks prestasi) kedua singkatan ini, memiliki definisi yang sama sehingga anda tidak perlu bingung. Istilah ini tentunya akrab bagi mahasiswa dan mahasiswi di tingkat Perkuliahan. Istilah dalam dunia perkuliahan memang bisa dibilang berbeda jika dibandingkan dengan masa sekolah. Jika di tingkat sekolah nilai hanya berkisar 0-100 namun di tingkat perkuliahan nilai hanya berkisar antara 0-4 serta berupa huruf A hingga E. Hal ini tentu saja membingungkan bagi mahasiswa baru. Bagaimana IPS dihitung? Darimana nilai-nilai tersebut diperoleh? Apakah IPS akan berpengaruh pada kompetensi kelulusan?

Berikut ini Nurhamka akan membahas mengenai apa itu IPS (Indeks Prestasi Sementara) dan bagaimankah cara menghitungnya.

Definisi dan Cara Menghitung IPS Terlengkap

1. Definisi IPS

IPS atau sering disebut juga dengan Indeks Prestasi Sementara ini digunakan sebagai acuan prestasi mahasiswa setiap semester. Bisa dibilang, IPS Ini sama dengan nilai rapor setiap semester. Jika anda memiliki 7 semester, maka anda akan mendapatkan IPS Sejumlah 7 juga. IPS ini diperoleh dari SKS yang ditempuh setiap semesternya.

2. Definisi SKS

SKS (Satuan Kredit Semester) merupakan penghitungan jam tiap mata kuliah yang diambil setiap minggunya. Sederhananya, SKS adalah jam pelajaran di dunia perkuliahan. 1 SKS senilai dengan 45 menit. SKS ini biasanya telah ditentukan oleh kampus sesuai mata pelajaran.

Contohnya:
Mata Kuliah Listening 2 SKS per Minggu
Mata Kuliah Reading 4 SKS per Minggu
Mata Kuliah Drama 4 SKS per Minggu

Jumlah Mata kuliah yang dapat diambil mahasiswa juga berbeda-beda. Sesuai dengan IPS yang didapatkan pada semester sebelumnya. Kebijakan ini bergantung pada Kampus masing-masing. Ada yang bisa mendapatkan 24 SKS per semester, ada yang 20 SKS, bahkan ada yang hanya 16 SKS. Banyaknya jumlah SKS yang ditempuh setiap semester juga bisa mempengaruhi waktu kelulusan.

Baca Juga: 10 Perbedaan Dunia Kuliah dengan Dunia Kerja

3. Darimana Nilai tersebut Diperoleh?

Sama seperti ketika anda berada di bangku sekolah, terutama SMA. Setiap mata pelajaran akan diampu oleh Guru yang berbeda beda, begitu juga di dunia perkuliahan. Setiap mata kuliah akan dipegang oleh dosen yang berbeda-beda, walaupun terkadang ada beberapa mata pelajaran yang dipegang oleh dosen yang sama karena mereka mempunyai kapabilitas di bidang tersebut.

Setiap dosen memiliki cara yang berbeda untuk memberikan nilai. Setiap dosen juga memiliki komposisi tersendiri untuk menentukan nilai yang akan diberikan kepada mahasiswanya. Nilai-nilai tersebut dapat diperoleh melalui beberapa hal dibawah ini:

Aktif

Aktif bertanya dan aktif menjawab tentu saja akan memberikan nilai tambah bagi anda. Pastikan anda selalu bertanya setidaknya sesekali pada mata kuliah setiap dosen. Maka anda akan mendapat perhatian dari dosen tersebut.

Tugas

Dunia perkuliahan jauh lebih ketat jika dibandingkan dengan dunia sekolah. Keterlambatan dalam mengumpulkan tugas bisa saja mengurangi nilai anda. Bahkan ada beberapa dosen yang tidak mau menerima tugas yang terlambat barang hanya 5 menit saja. Tugas merupakan komponen yang menentukan apakah anda rajin atau pemalas di mata dosen.

Absensi

Kampus memberikan peraturan wajib hadir sebanyak 75%. Jika anda memiliki 16 kali pertemuan berarti anda memiliki kesempatan untuk membolos sebanyak 4 kali. Jika lebih dari itu, maka dosen berhak memberikan keputusan untuk mengurangi nilai anda atau membuat anda tidak mendapatkan nilai.

Kuis

Kuis ini bisa disebut juga dengan ulangan. Beberapa dosen terkadang memberitahukan bahwa akan ada kuis pada hari-hari sebelumnya. Namun, tidak jarang juga ada yang memberikan kuis dadakan. Kuis dadakan ini akan sangat berpengaruh terutama ketika anda tidak masuk atau membolos. Nilai hasil dari kuis tentu saja menjadi pertimbangan bagi dosen.

Presentasi

Dunia perkuliahan tentu saja dipersiapkan untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Presentasi di dunia perkuliahan pun diharapkan dapat membangun skill public speaking pada mahasiswa dan mahasiswi. Beberapa dosen menuntut mahasiswanya untuk memberikan presentasi dengan tidak membaca slide atau skrip yang telah dibuat. Sehingga mereka lebih komunikatif serta benar-benar menguasai materi yang di presentasikan. Presentasi merupakan penunjang uterutama pada mata kuliah yang berhubungan dengan komunikasi di publik.

UTS (Ujian Tengah Semester) dan UAS (Ujian Akhir Semester)

Seperti saat bersekolah, UTS dan UAS juga menjadi acuan dalam menentukan IPS. Meskipun tidak terlalu berpengaruh besar, namun UTS dan UAS juga menjadi nilai wajib bagi anda.

Ketidaklengkapan tugas dan ujian bisa membuat nilai anda tidak dapat keluar atau biasanya diberikan nilai K hingga semua tugas terkumpul dengan lengkap. Beberapa dosen memberikan kesempatan bagi mahasiswanya untuk melengkapi nilai pada saat IPS diumumkan.

Tetapi jangan berharap berurusan dengan tugas dan ujian yang terlambat dikumpulkan ini mudah. Ada saja halangan seperti dosen yang sulit duhubungi, tugas yang lebih sulit, rasa malas mgurus nilai K dan lain-sebagainya. Jika anda tidak mau bersusah-susah di akhir, ada baiknya selalu mengumpulkan tugas tepat waktu, serta tidak bolos terlalu sering.

4. Cara Menghitung IPS

6 komponen penyusun nilai tadi akan dimasukan ke dalam rumus untuk mengitung IPS. Setiap dosen memiliki formulanya sendiri untuk menentukan komposisi setiap komponen tersebut. IPS dihitung dari nilai total yang diperoleh setiap SKS yang dibagi dengan jumlah total SKS yang ditempuh pada semester tersebut.

Angka yang anda dapatkan tersebut merupakan perwakilan dari nilai huruf yang kamu dapatkan selama satu semester. Dengan penjelasan sebagai berikut:

Nilai A = 4
Nilai B = 3
Nilai C = 2
Nilai D = 1 (tidak lulus)
Nilai E atau F = 0 (tidak lulus)

Rumus menghitung mutu setiap mata kuliah:

SKS x nilai mata kuliah

Contoh:  SKS mata kuliah Public Speaking adalah 2. Lalu kamu mendapatkan nilai B untuk mata kuliah tersebut. Maka mutu mata kuliah Bahasa Indonesia kamu adalah:

2 x 3 = 6

Jadi, nilai IP kamu untuk mata kuliah Public Speaking untuk semester itu adalah 6.

Rumus menghitung Indeks Prestasi per semester,

IPS = total mutu : total SKS.

 

Contoh, dalam satu semester kamu mengambil 20 SKS dengan 8 mata kuliah, dan nilai akhir kamu seperti berikut:

Mata kuliah a, SKS 2: A. Berarti mutunya (2×4) = 8.
Mata kuliah b, SKS 2: B. Berarti mutunya (2×3) = 6.
Mata kuliah c, SKS 4: A. Berarti mutunya (4×4) = 16.
Mata kuliah d, SKS 4: C. Berarti mutunya (4×2) = 8.
Mata kuliah e, SKS 2: B. Berarti mutunya (2×3) = 6.
Mata Kuliah f, SKS 2: A. Berati mutunya (2×4) = 8
Mata Kuliah g, SKS 2: B. Berarti mutunya (2×3) =6

Sehingga total mutunya adalah 58 dan total SKSnya adalah 20.

Berarti IP kamu untuk semester tersebut adalah 58 dibagi 20 = 2,9.

Baca Juga: Apa Perbedaan Divisi dan Departemen?

Penutup

Sekian tadi beberapa penjelasan terkait dengan IPS (Indeks Prestasi Sementara) semoga membantu anda dalam memahami istilah dan cara penghitungannya. Semoga Bermanfaat!