Marettama Dinda
Marettama Dinda

Hello, I'm Marettama Dinda. Majoring English Literature at one of public university at Semarang. I love to do digital drawing, reading, learning, and sharing my experience. I also learn many things to build up my portofolio.

7 Oktober 2020

Apa Perbedaan Divisi dan Departemen?

7 Oktober 2020

Apa Perbedaan Divisi dan Departemen? – Suatu hari ada seseorang yang ingin mendirikan perusahaan. Ia berbincang-bincang bersama dengan konsultan tentang bisnis yang sedang ia rencanakan. Kemudian konsultan tersebut berkata, “agar sebuah organisasi berjalan dengan baik, tentu saja memerlukan dukungan dari beberapa departemen dan divisi”. Kemudian si Pemilik Rencana kebingungan, ”Apa perbedaan antara Departemen dan Divisi?”

Oleh karena itu kali ini Nurhamka.com ingin menjelaskan kepada anda mengenai perbedaan antara divisi dan departemen. Pertama, akan ada penjelasan sederhana beserta analoginya mengenai definisi Divisi dan Departemen. Yang kemudian diikuti dengan penjelasan mengenai perbedaannya. Selain itu juga kami sajikan Kesimpulan yang diharapkan dapat semakin membantu anda.

Apa Perbedaan Divisi dan Departemen?

Apa Perbedaan Divisi dan Departemen?

Apa yang terbesit dalam pikiran anda jika membahas tentang divisi dan departemen? Tentu saja kedua kata ini sangat familiar dengan kegiatan sehari-hari terutama dalam perorganisasian. Divisi dan Departemen merupakan struktur dan dasar dalam perorganisasian.

Baik Departemen maupun Division tentu saja memiliki fungsi agar suatu organisasi besar maupun bisnis menjadi lebih teratur dan tertib. Beberapa persepektif teori menyatakan bahwa kedua kata ini merupakan sinonim, yang berarti kedua kata ini memiliki kemiripan definisi. Hal ini mungkin membingungkan bagi anda, karena tidak dapat membedakan antara Departemen dan Division.

Rancangan struktur organisasi pada posisi tertinggi adalah direktorat, kemudian departemen, selanjutnya divisi, dan yang terakhir terbagai ke dalam sectional.

1. Departemen (Department)

Dalam skala Internasional seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris tentu saja anda akrab dengan sebutan departemen. Sebagai contohnya adalah Departemen Keamanan Dalam Negeri, Departemen Kehakiman, Departemen Transportasi, Departemen Pendidikan, dan sebagainya. Sebuah departemen mengacu pada bagian sebuah organisasi besar yang berurusan dengan fungsi tertentu yang memiliki tanggung jawab khusus. Oleh karena itu, beberapa perusahaan besar wajib memiliki departemen penjualan, pemasaran, keuangan, komunikasi dan sebagainya.

2. Divisi (Division)

Dalam rumus matematika kita mengenal konsep pembagian dimana sebuah bilangan harus dibagi menjadi beberapa bagian. Bahkan dalam dunia militer, istilah divisi juga digunakan untuk menyebut unit-unit kecilnya. Dengan membagi sebuah organisasi menjadi beberapa divisi, diharapkan dapat memberikan efisiensi dan produktivitas atas keputusan independen yang diambil.

Otoritas yang diberikan dalam setiap divisi tentu saja membuat keputusan menjadi berbeda-beda. Selain memberikan manfaat, tetapi juga setiap keputusan yang diambil dapat membawa perpecahan antar divisi. Kata Divisi ini hanya sebagai partisi atau pembatas yang telah dibuat untuk mengatur fungsi.

3. Apa Perbedaan antara Departemen dan Divisi?

Keduanya memiliki definisi yang sangat mirip bukan? Konsep ini tentu juga membuat Si Pemilik Rencana kebingungan. Lantas, apa bedanya?

Kemudian, sang konsultan menjelaskan…

Divisi dan Departemen merupakan suatu konsep yang saling berhubungan. Dengan mengambil definisi sederhana dengan bagian-bagian dari bagian. Dengan kata lain, Kata ini dapat diartikan sebagai bagian dari departemen. Secara umum, departemen lebih besar daripada division karena departemen mungkin memiliki divisi. Konsep ini berlaku pada beberapa  perusahaan, untuk merujuk bagian yang disebut division.

Namun, Departemen dan Division tidak hanya ada dalam istilah perusahaan. Tetapi juga dalam istilah oraganisasi kenegaraan. Contohnya seperti Prancis dan Columbia dimana unit geografisnya disebut sebagai departemen. Sementara itu, negara-negara seperti AS dan Inggris merupakan negara yang menyebut kementriannya sebagai departemen.

Baca Juga: 6 Pilihan Bisnis Otomotif yang Menguntungkan

4. Kesimpulan

Sehingga dapat dicapai kesimpulan bahwa

Departemen merupakan bagian dari Divisi. Division dan departemen dibentuk agar sebuah organisasi menjadi lebih terorganisir dan efektif dalam menjalankan roda organisasi. Karena otoritas yang diberikan maka keputusan yang diambil akan lebih cepat dan tepat sasaran.

Apakah sebuah departemen harus selalu diikuti dengan adanya division? Tidak

Apakah sebuah division harus membawahi departemen? Tidak

Penggunaan istilah divisi dan departemen dapat disesuaikan dengan tingkat organisasi yang ada.

Sebagai contoh suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang Food and Beverages, dapat membagi perusahaannya ke dalam 4 division, yaitu: Marketing, Finance dan Accounting, Production/Manufacturing, dan Human Resource,General Affairs, dan Information Technology.

Sedangkan Departemen pada division marketingnya dapat dibagi menjadi: sales dan logistic department, promotion department, market research, dan development department.

Dengan kata lain, sebuah perusahaan dapat melakukan pemeringkatan rancangan organisasi mengenai pemenuhan sebuah unit terkait dengan prioritas dan fungsi yang dapat mendukung objektivitas perusahaan. Selain itu juga memperhatian orientasi organisasi apakah ingin memenuhi standar ISO atau hanya orientasi perusahaan yang sederhana saja.

Penutup

Itu dia perbedaan antara division dan departemen. Melalui kesimpulan yang telah diambil serta penjelasan yang telah diberikan diharapkan membantu anda. Selain membantu anda untuk memahami perbedaan antara dua kata ini, juga membantu anda untuk memahami penggunaan dan peringkatnya dalam struktur organisasi. Terus ikuti informasi mengenai bisnis, pendidikan, serta wisata melalui website Nurhamka.com. Semoga bermanfaat!